Kamis, 21 Februari 2013

TARI NUSANTARA

SENI TARI DAERAH NUSANTARA


 images4.jpgimages2.jpgimages3.jpg

       Seni tari adalah gerak terangkai yang berirama sebagai ungkapan jiwa atau expresi manusia yang di dalamnya terdapat unsur keindahan wiraga/tubuh, wirama/irama, wirasa/penghayatan, dan wirupa/wujud.
      Banyak sekali pendapat para pakar seni tari dari dunia salah satunya adalah Corrie hartong dari belanda dalam bukunya Dankunst: “Tari adalah keteraturan bentuk gerak tubuh yang ritmis di dalamsuatu ruang”.
      Dari pendapat para pakar seni tari dapat di simpulkan bahwa subtansi atau bahan baku tari adalah gerak yang terangkai sehingga membuat ritme dan waktu di dalam ruang. Dapat di artikan bahwa seni tari adalah “ pengungkapan gerak yang digayakan dan berkesinambungan yang di dalamnya terdapat unsur keindahan ".
Seni tari mempunyai 4 unsur keindahan yaitu wiraga, wirama, wirasa dan wirupa
      Tari daerah nusantara adalah tari-tarian yang tumbuh dan terus berkembang sesuai kelompok masyarakat pendukungnya. Tari daerah ini memiliki keunikan gerak, bentuk penyajian, iram musik pengiring, rias dan busana. Keunikan ini di sesuaikan dengan fungsi tari tersebut .
      Tari tradisioanal kerakyatan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat umum atau rakyat. Biasanya digunakan sebagai tari hiburan, pergaulan, juga sebagai wujud rasa syukur. Cirinya adalah bentuk gerak, irama, expresi dan rias busana yang sederhana serta sering disajikan secara berpasang-pasangan/kolektif (kelompok). Contohnya:
Tari jaran kepang/kuda lumping – Jawa
Tari jaipongan – Jabar
Tari banyumasan,janger – Bali
Tari payung, lilin – Sumatra barat
Tari saman – Aceh
Tari tayuban – Jawa tengah
      Tari tradisioanal klasik dikembangkan oleh kaum bangsawan di istana. Bentuk gerak tarinya baku atau tidak bisa dirubah. Pengembangnya lebih sulit karena bisa dilakukan dalam kelompok bangsawan tersebut. Fungsi tari klasik biasanya sebagai sarana upacara kerajaan dan adat. Bentuk gerak, irama, penghayatan, rias dan busana terkesan lebih estetis dan mewah. Contoh:
Tari topeng klana – Jawa barat
Tari bedhaya, srimpi, sawung – Jawa tengah
Tari beskalan, ngremo – Jawa timur
Tari rejang – Bali
Tari syang hyang – Bali
Tari pakarena – Sulawesi selatan
      Tari kreasi adalah bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional kerakyatan dengan tradisional klasik. Gerak ini berasal dari satu daerah atau berbagai daerah di indonesia. Bentuk tari yang lebih baru lagi misalnya tari pantomim, operet, dan kontemporer. Contoh:
Tari oleg, tambulingin, tenun, wiranata, panji, semirang – Bali
Tari kijang, angsa, kupu-kupu, merak – Jawa
Tari pattenung tari pandedang, bosara, lebonna – Sulawesi selatan
Tari tunggal merupakan bentuk tarian yang ditarikan secara individu/sendiri, baik laki-laki ataupun perempuan. Penari memiliki tanggung jawab pribadi untuk menghafal gerak dan formasi dari awal sampai akhir pementasan tarian. Contoh:
Tari panji semirang – Bali
Tari golek – Jawa tengah
Tari topeng – Jawa barat.
Tari berpasangan atau berpasang-pasangan,  penari harus memperhatikan keselarasan  gerak dengan pasangannya. Contoh:
Tari oleg tambulilingan –Bali
Tari gale-gale – Irian jaya
Tari payung – Melayu
Tari piso surit – Batak karo
Tari cokek – Jakarta
Tari kelompok adalah bentuk tarian yang di tarikan oleh tiga orang atu lebih. Tari jenis ini memperlukan kerja sama yang lebih baik lagi. Contoh:
Tari bedhaya semang – 6 orang , Surakarta, Jawa tengah
Teri bedaya ketawang – 6 orang , Yogyakarta
Tari lawung – 4 orang, Jawa tengah
Tari serimpi – 4 orang, Jawa tengah
Tari kecak – Bali
      Peran tari bagi masyarakat di antaranya sebagai pempersatu. Lewat tari warga berinteraksi, bergaul dan berkomunikasi. Menciptakan hubungan yang lebih baik.tari juga dapat menjadi simbol sebuah daerah di nusantara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar